BACALAH (SURAH AL- ‘ALAQ)

بسم الله الر حمن الر حيم

Mari kita membaca Al-Qur’an Sebagai tanda taqwa kita kepada Allah. Tanamkan dalam hatimu Al-Qur’an Jadikan lah Petunjuk, Penenang hati, Penerang jiwa hamba beriman Kepada Allah.

Ingatlah satu peristiwa besar dikala Rasulullah ada di dalam Gua Hiro Datanglah Jibril membawa firman Allah  yang Esa
Iqra bacalah… Man Anna Biqori…… 3x
Lalu memeluknya Muhammad Tersentak dan menggigil

سورة العلق
(SEGUMPAL DARAH)
Surat ke 96 : 19 ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

TULIS BACA ADALAH KUNCI ILMU PENGETAHUAN.

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam[1].

5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

MANUSIA MENJADI JAHAT KARENA MERASA CUKUP.

6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

7. karena dia melihat dirinya serba cukup.

8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).

9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

10. seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat[2],

11. bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang (yaitu Rasulullah s.a.w.) itu berada di atas kebenaran,

12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

13. Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

15. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[3],

16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

18. kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah[4],

19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

(1) Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.

(2) Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah: Abu Jahal dan yang dilarang itu ialah Rasulullah sendiri. Akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan: “Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti dia akan dibinasakan oleh Malaikat

(3) Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.

(4) Malaikat Zabaniyah ialah malaikat yang menyiksa orang-orang berdosa di dalam neraka.

Syarah:

Dalam Shahih-nya Bukhari meriwayatkan dari Aisyah ra. yang artinya demikian, “Wahyu pertama yang sampai kepada Rasul adalah mimpi yang benar. Beliau tidak pernah bermimpi kecuali hal itu datang seperti cahaya Shubuh. Setelah itu beliau senang berkhalwat. Beliau datang ke gua Hira dan menyendiri di sana, beribadah selama beberapa malam. Yang untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian kembali ke Khadijah dan membawa bekal serupa. Sampai akhirnya dikejutkan oleh datangnya wahyu, saat beliau berada di gua Hira. Malaikat datang kepadanya dan berkata, “Bacalah!” Beliau menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” lalu Rasulullah saw. berkata, “Lalu di merangkulku sampai terasa sesak dan melepaskanku. Ia berkata, ‘Bacalah!’ Aku katakan, ‘ Aku tidak bisa membaca.’ Lalu di merangkulku sampai terasa sesak dan melepaskanku. Ia berkata,

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah,       dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,         Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-Hadits).

Dengan demikian maka awal surat ini menjadi ayat pertama yang turun dalam Al-Qur’an sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia. Wahyu pertama yang sampai kepada Nabi saw. adalah perintah membaca dan pembicaraan tentang pena dan ilmu. Tidakkah kaum Muslimin menjadikan ini sebagai pelajaran lalu menyebarkan ilmu dan mengibarkan panjinya. Sedangkan Nabi yang ummi ini saja perintah pertama yang harus dikerjakan adalah membaca dan menyebarkan ilmu. Sementara ayat berikutnya turun setelah itu. Surat pertama yang turun secara lengkap adalah Al-Fatihah.

Pengertian ringkas ayat-ayat ini adalah: Agar kamu menjadi orang yang bisa membaca, ya Muhammad. Setelah tadinya kamu tidak seperti itu. Kemudian bacalah apa yang diwahyukan kepadamu. Jangan mengira bahwa hal itu tidak mungkin hanya dikarenakan kamu orang ummi, tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis.    Allah-lah yang menciptakan alam ini, yang menyempurnakan, menentukan kadarnya, dan memberi petunjuk.      Yang menciptakan manusia sebagai makhluk paling mulia dan menguasainya serta membedakannya dari yang lain dengan akal, taklif, dan pandangan jauhnya.        Allah swt. menciptakannya dari darah beku yang tidak ada rasa dan gerak. Setelah itu ia menjadi manusia sempurna dengan bentuk yang paling indah.   Allah-lah yang menjadikanmu mampu membaca dan memberi ilmu kepadamu ilmu tentang apa yang tadinya tidak kamu ketahui.      Kamu dan kaummu tadinya tidak mengetahui apa-apa.      Allah juga yang mampu menurunkan Al-Qur’an kepadamu untuk dibacakan kepada manusia dengan pelahan.     Yang tadinya kamu tidak tahu, apa kitab itu dan apa keimanan itu?

Bacalah dengan nama Tuhanmu, maksudnya dengan kekuasaan-Nya.     Nama adalah untuk mengenali jenis dan Allah dikenali melalui sifat-sifat-Nya.    Yang menciptakan semua makhluk dan menyempurnakan sesuai dengan bentuk yang dikehendaki-Nya.    Dan Allah swt. telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, ya Muhammad.    Dan Tuhanmu lebih mulia dari setiap yang mulia.     Karena Allah swt. yang memberikan kemuliaan dan kedermawanan.   Maha Kuasa daripada semua yang ada.      Perintah membaca disampaikan berulang-ulang karena orang biasa perlu pengulangan termasuk juga Al-Mushtafa Rasulullah saw.  Karena Allah sebagai Dzat yang paling mulia dari semua yang mulia, apa susahnya memberikan kenikmatan membaca dan menghapal Al-Qur’an kepadamu tanpa sebab-sebab normal. Silakan baca firman Allah,

“Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.” (Al-Qiyamah: 17).

“Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa.” (Al-A’la: 6).

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia dan mengajarkan manusia untuk saling memahami dengan pena, meski jarak dan masa mereka sangat jauh. Ini merupakan penjelasan tentang salah satu indikasi kekusaan dan ilmu (manusia).

“Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Allah memberikan insting dan kemampuan berpikir kepada manusia yang menjadikannya mampu mengkaji dan mencerna serta mencoba sampai ia mampu menyibak rahasia alam.   Dengan demikian ia dapat menguasai alam dan menundukkannya sesuai dengan yang diinginkannya.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” (Al-Baqarah: 29).

“Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya” (Al-Baqarah: 31).

Nampaknya Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk membaca secara umum dan khususnya membaca Al-Qur’an. Setelah itu Allah menjelaskan bahwa hal itu sangat mungkin bagi Allah yang menciptakan semua makhluk dan menciptakan manusia dari segumpal darah.   Dia-lah yang Maha Mulia dan tidak pelit terutama terhadap Rasul-Nya.   Dialah yang mengajarkan manusia dengan pena tentang apa yang belum pernah diketahuinya.

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.  Karena dia melihat dirinya serba cukup.       Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).”

Sungguh benar, bahwa manusia itu melampaui batas, sombong, dan keterlaluan melakukan dosa.  Karena ia menganggap dirinya tidak butuh kepada orang lain akibatnya melimpahnya harta, anak-anak, dan lain-lain.  Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ia akan kembali kepada Allah swt. dan akan diminta pertanggung-jawaban atas semua yang dilakukan.

Mungkin anda bertanya tentang konsiderasi ayat-ayat ini.   Saya katakan bahwa ketika Allah swt. menyebutkan indikasi kekuasaan dan ilmu serta kesempurnaan nikmat yang dianugerahkan kepada manusia.      Tujuannya adalah agar manusia tidak ingkar nikmat. Namun yang terjadi, ternyata manusia benar-benar mengingkari dan melampaui batas. Oleh karena itu Allah swt. ingin menjelaskan sebabnya, bahwa cinta dunia, tertipu olehnya, dan berambisi terhadapnya dapat menyibukkannya dari melihat ayat-ayat Allah yang agung.

Setelah memerintahkan Nabi-Nya untuk membaca wahyu yang ada di dalam kitab-Nya dan menjelaskan penyebab kekafiran manusia, Allah membuat perumpamaan gembong kekafiran, yakni Abu Jahal. Kendatipun pengertian ayat tersebut umum.

Ceritakan kepada-Ku, ya Muhammad, tentang seseorang yang melarang hamba untuk tunduk kepada Allah dan melakukan shalat. Apa urusanya? Orang itu sungguh mengherankan, ia kafir dan bermaksiat kepada Tuhannya. Ia melarang orang lain melakukan kebaikan terutama shalat. Ceritakan kepada-Ku tentang kondisi orang tersebut, kalau memang ia termasuk golongan kanan dan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk setelah itu ia mengajak orang lain kepada ketakwaan dan kebaikan. Kalau orang itu seperti ini keadaannya tentu ia berhak mendapatkan pahala yang besar dan surga sebagai tempat tinggalnya.

Ceritakan kepada-Ku tentang orang yang berdusta serta berpaling dari kebenaran lalu mengerahkan segenap potensinya untuk mengejar apa yang diinginkan. Tidakkah mereka tahu bahwa Allah swt. melihat?   Sebenarnya mereka mengakui bahwa Allah swt. mengetahui yang gaib dan yang nyata lalu akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amal perbuatannya.   Kalau amalnya baik balasannya baik dan kalau amalnya buruk dibalas dengan keburukan.    Maka bergegaslah kalian, wahai manusia, menuju Allah, bertaubatlah dan beramallah untuk mendapatkan ridha-Nya.

Kalla, kata penolakan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah.   Aku bersumpah, jika orang-orang kafir dan pelaku kemaksiatan itu tidak menyudahi perbuatan mereka, Kami akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih.    Kami akan hinakan mereka serendah-rendahnya sesuai dengan tingkat kesombongan mereka di dunia. Dan bagi Allah hal itu tidaklah sulit.   Akan Kami tarik ubun-ubun mereka dengan kasar. Ubun-ubun yang sering menyombongkan dirinya karena kekuatan dan keyakinanya bahwa dirinya akan selamat dari murka Allah.    Padahal tidak ada yang bisa mengalahkan Allah, baik yang ada di bumi maupun di langit.   Tentu saja dugaan tersebut salah karena mereka melampaui batas dan berlaku jahat, khususnya terhadap orang-orang baik dan jujur.    Kami akan hinakan orang seperti ini, maka biarkan saja malaikat yang memanggil mendorong mereka semua.   Bahkan Kami, Allah swt. akan memanggil Zabaniyah. Yakni Allah swt. akan memanggil Zabaniyah, penjaga Jahannam untuk mendorong mereka.

“Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat- kuatnya.”

Pada saat itu mereka tidak memiliki penolong maupun pembantu.

Kalla, tinggalkan orang kafir itu dengan perbuatannya dan jangan sampai mengganggunya, ya Rasulullah. Bersujudlah selalu untuk Allah serta mendekatlah kepada-Nya melalui ibadah, karena ibadah merupakan benteng yang kokoh dan jalan keselamatan.

klo ada tulisan yang salah, tolong di benarkan…….!!

اللهم ارحمنا با لقران واجعله لنا  اماما  ونورا  وهدى ورحمه

dari : Mufid S Kara    Draft Generasi Qurani

About these ads

19 thoughts on “BACALAH (SURAH AL- ‘ALAQ)

  1. begitu besarnya faedah dari membaca, sampai2 ayat yg pertama kali turun adalah bacalah.
    kita pun harus lebih bisa mmbaca lagi akan ayat-ayatNya, bukan hanya yg tersurat dalam Alqur’an, namun juga agar bisa membaca yg tersirat di alam ini.

  2. Alhamdulillah…., sore ini saya dapat mengajin melalui postingan yang penting ini…
    Makasih banyak ya, Mbak, sungguh.

  3. Memahami isi Al-Qur’an, wasilahnya blog Mba Sayyidah ini:)

    Makasih ya Mba…

    • belajar dunia anak,, blog basuki family jagonya.. :-) selamat ya atas kemenangan hanuun.. entah kenapa aku ga bisa kasih komen di blogmu..

      • Makasih Mba…..
        Haduh, kenapa ya Mba, penasaran aku banyak teman-teman yang laporan susah komen di blogku:(

        • aku juga ga tau,,memang blog lain (khususnya blogspot) pun sering kaya gitu, hanya saja kadang, begitu melihat tampilan agak sempurna, langsung aku hentikan jalan loadingnya, nah di situ aku bisa taruh komen, (kalau loading di biarkan terus, ia bisa teralihkan kelain). sedangkan punya kamu, untuk komputerku buka blog kamu kaya punya muatan berat banget,, jadi susah untuk kasih komen, dan langsung saja jalan loadingnya sudah teralihkan..

  4. Bacalah atas nama Tuhanmu… itu merupakan awal kita dalam segala hal dalam melakukan kebaikan

  5. bekal menjelang tidur nih. . . . makasih mbak. . .

  6. sungguh mencerahkan..tuntunan pertama agar selalu membaca dan belajar..agar semua bisa terpahami dan dimengerti dengan baik..sehingga bisa belajar dan belajar demi mencapai pengetahuan untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia dan di akhirat..salam

  7. ISLAM itu indah sobat………………salam persahabatan selalu dr MENONE

  8. blogwalking yang kembali menyadarkan dan menenangkan, makasi :)

  9. surat al alaq wahyu pertama sedangkan aku anak pertama! wahahahahahahahahhahaahahaahaahhhhhhhhaaaaa. . . . . . . . . . . .
    al quran sungguh mulia karna dia adalah obat hati yang tidak kalah dengan abat yang di jual di apotek. . . . . . . .. . . .. .

  10. sungguh berguna sekali

  11. alhamdulillah semuw pekerjaan selesai karna allah

Tinggalkanlah jejakmu disini,,,. mudahan terjalin tali silaturrahmi..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s