AYAT – AYAT TENTANG BURUNG

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Berapa hari berkutat dalam pekerjaan “kejutan” dari Robbul ‘alamiin (sok gaya  :-) ) bener- bener membuatku kelelahan. Ga siang yang ga malam, bener bener surprise. Alhamdulillah, kelar sudah dan badan ini rasanya lelah sekali. Mau ngapain jadi bingung…akhirnya buka internit, buka blog, namun bener- benar lelah, kepala ini tak bisa berfikir; mau apa, walaupun sekedar membalas komen pun tak bisa.. klik klik tanpa tujuan arah, , rupanya aku bener- bener kelelahan.. akhirnya aku tergoda  oleh ayat yang dikirim random ayat di fbku..

“”Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.” (QS. AL MULK:19)”

ini ayatnya ”

Akhirnya aku cari- cari foto burung- burung.  Melihat keindahan- keindahan ciptaan Allah, insya Allah bisa merefresh otak, menyegarkan perasaan, asa, apalagi apa ya ? teman bisa menambahkan??!! Pastinya dengan kesegaran perasaan, kita bisa menyusun program selanjutnya.

.                              

( Maaf.. kalau pemandangan foto ini malah mengganggu. Harap maklum, ga bisa ngedit foto ;-) )

Burung adalah salah satu ciptaan Allah yang sangat mengagumkan. Dari jenis corak dan warnanya yang berbeda, cara terbangnya, bunyinya, apa lagi ya ? huh agak “maur” (jangan diterjemahkan!! )

Dari situs url : http://smkmuh3-yog.sch.id/?.

Dijelaskan cara terbang burung : Sayap burung berbentuk airfoil, sehingga udara yang mengalir pada bagian atas sayap burung lebih cepat dari pada yang di bawah sehingga tekanan diatas lebih rendah dari tekanan dibawah sayap. Burung terbang dengan cara mengepakan sayapnya. Saat sayap burung di kepakan, udara akan di dorong kebawah. Dorongan kebawah akan menghasilkan gaya yang berlawanan sehingga mengangkat tubuh burung keatas. Untuk mengendalikan gerakan baik menukik, membelok, burung menggunakan ekornya.
Saat bulu sayap terentang luas saat burung terbang, wilayah permukaan meluas dan daya angkat pun meningkat. Ketika burung mengepakkan sayapnya ke bawah, bulu-bulu ini saling mendekat dan mencegah udara melewatinya. Ketika sayap mengangkat ke atas, bulu-bulu itu terbuka lebar dan membiarkan udara melewatinya.
Gaya dorong (trust) untuk menambah kecepatan juga dihasilkan dari mengepakan sayapnya. Gaya dorong juga didapat saat burung mengembangkan kedua sayapnya, karena bulu burung yang berada pada pagian paling ujung sayapnya bisa berfungsi seperti propeler pesawat terbang. Selain itu untuk mengambang di udara burung memanfaatkan pergerakan udara keatas akibat perbedaan temperatur (thermal). Jadi burung dapat menghemat tenaganya dengan hal-hal tersebut.
Untuk mendarat burung mulai memperlambat kepakan sayapnya dan melebarkan sayapnya (mifip flap pada sayap pesawat) sehingga gaya angkat lebih besar, bulu ekor pun dikembangkan yang berfungsi sebagai rem yang memungkinkan burungpun bisa mendarat lebih lembut.

Subhanallah ,, itulah ciptaan Allah, makhluk kecil yang mengagumkan. Mempelajari dunia burung tak akan pernah habisnya. Mengamati jenisnya, warnanya, cara terbang yang berbeda- beda, kecepatannya, dan lain sebagainya ( tuh kan kumat lagi :-( )

Didalam Alquran pun sering disebut – sebuat tentang burung:

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah:

“Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah : kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” ( An- Nuur : 41)

“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. “ ( An- Nahl : 79)

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. ” ( Al- An’ am : 38)

Bahkan cerita  burung dalam sebuah cerita sejarah

Cerita burung yang mengajari Qabil membunuh dan mengubur mayat saudaranya

“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. “ ( Al – Maidah : 31)

Burung Hud- hud salah sau tentara burung Nabi Sulaiman as.

“Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Sabasuatu berita penting yang diyakini.”

“Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. “

“Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, “

“agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi  dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan”

“Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.

“Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. “

“Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”

“Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. “

“Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. “

“Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.”( An Naml : 22- 31)

singgkat cerita, masuk Islam lah Ratu Balqis bersama Sulaiman as.

“Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”. ” (An- Naml : 44).

Teman ,,,Cuma segini  coretan rehat dalam lelahku. mungkin teman bisa menambahkan..Mohon maaf bila ada kesalahan.. Mudahan bermanfaat,.

About these ads

Tinggalkanlah jejakmu disini,,,. mudahan terjalin tali silaturrahmi..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s